Worksop Smart Al-Qur’an dengan tema “Paradigma Baru Pendidikan Al-Qur’an”


AIK News – Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyah Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPP-AIK UMJ) gelar Workshop Smart Al-Qur’an dengan tema Paradigma Baru Pendidikan Al-Qur’an, bertempat di Ruangan Lantai 1 Gedung Perintis dua UMJ (Aula Rektorat Lama UMJ), pada (22/9/2022). Kegiatan Tersebut dihadiri oleh Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, S.KM., M.Kes., Wakir Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, SH., MH., Ketua LPP AIK UMJ Drs. Fakhrurazi, M.A., dan melibatkan Prof. Dr. Azharuddin Sahil, M.Ed., (Guru Besar Islamic International University Malaysia). Diikuti oleh dosen pendamping mentor AIK mahasiswa dari seluruh fakultas di lingkungan UMJ.

Berdasarkan laporan dari ketua LPP AIK, lokakarya ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap Al-Qur’an. Kegiatan menjadi cara untuk menemukan metode baru tentang paradigma pengajaran. “Workshop ini berkaitan dengan program AIK UMJ, bahwa semester satu mahasiswa baru di berikan mentoring untuk meningkatkan pembelajaran bina baca Al-Qur’an,” ucap Fakhrurazi.

Sementara itu, Rektor UMJ Ma’mun Murod menyampaikan dalam sambutannya bahwa workshop ini perlu ditingkatkan sehingga mentor dan mahasiswa sangat paham dengan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, serta mendapatkan paradigma baru dan metode baru dalam pengajaran membaca Al-Qur’an. “Al-qur’an adalah salah satu kitab bagi umat muslim yang secara tidak langsung mengatur alur kehidupan kita, dimulai dari persoalan privasi maupun persoalan untuk umum. Semua sudah diatur dalam Al-Qur’an melalui pandangan Hadits maupun ulama-ulama besar,” tutur Ma’mun.


Baris Bawah Kiri ke Kanan: Ketua LPP AIK UMJ Drs. Fakhrurazi, M.A., Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, SH., MH., Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dan Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., Foto Bersama dengan Civitas Academika UMJ, di Aula Rektorat Lama UMJ, pada Kamis (22/9/2022).

Menurut, Azharuddin yang merupakan Guru Besar dari IIU Malaysia, Al-Qur’an sebagai sumber kunci kehidupan dan alur kehidupan umat manusia. Oleh karenanya, LPP-AIK yang menahkodai kegiatan AIK di tingkat universitas harus mampu menerapkan nilai keislaman kepada mahasiswa melalui mentoring di tiap fakultas. Melalui lokakarya, seluruh peserta yang merupakan dosen pendamping mentor AIK dapat meningkatkan pemahaman keilmuan dengan menerapkan metode yang tepat dalam pengajaran kepada mahasiswa. “Alhamdulillah workshop singkat kita untuk mengubah paradigma tentang Al-Qur’an. Selama ini kita melihat Al-Qur’an sebagai bahan bacaan, dan saatnya kita lihat lebih dalam lagi serta merasakan dalam hati betapa indahnya rasa cinta kita terhadap Al-Quran,” Ucap Azharuddin.

Warek IV UMJ Septa Candra menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber yang berkesempatan hadir dalam rangka penguatan paradigma terhadap dosen mengenai betapa pentingnya memahami Al-Quran, “kita mendapatkan tambahan ilmu sebab ilmu itu tidak ada akhirnya, terutama Al-Quran yang menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutup Septa.

Program pengkajian dan penerapan AIK di UMJ dilakukan di setiap fakultas dengan melibatkan mahasiswa untuk menjadi mentor bagi mahasiswa. Dalam kegiatan mentoring AIK, satu mentor untuk sepuluh mahasiswa, dan setiap lima mentor didampingi oleh satu dosen. Seluruh dosen yang aktif dalam pelaksanaan AIK di setiap fakultas dilibatkan dalam lokakarya untuk meningkatkan pelaksanaan mentoring AIK di fakultasnya masing-masing. (ID/KSU)

(Sumber : umj.ac.id)

Written by 

Tinggalkan Balasan