Pengajian Rutin Jum’at For AIK Rektorat Universitas Muhamadiyah Jakarta Kembali dilaksanakan secara Offline

Setelah beberapa tahun sejak mewabahnya virus covid-19, hampir seluruh aktivitas di Universitas Muhammadiyah Jakarta berubah menjadi daring, tak terkecuali Pengajian Rutin. Pengajian rutin yang biasa dilaksanakan oleh LPP-AIK UMJ secara luring dengan berkumpulnya seluruh tenaga kependidikan Rektorat dalam satu tempat, namun pada saat pandemi covid-19 melanda, pengajian disiasati menjadi daring melalui Zoom Meeting.

Tepat pada Jum’at 20 Januari 2023, pasca pendemi covid-19 Insyaa Allah, Pengajian Jum’at telah kembali dilaksanakan secara offline. Pengajian perdana kali ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa UMJ yang dihadiri sebanyak 53 orang peserta, diantaranya Wakil Rektor I dan IV, Tim LPP-AIK, Tim Mentor, Kabag, Kasubag dan Tenaga Kependidikan Rektorat.

Mengacu pada Keputusan Rektor UMJ Nomor 91 Tahun 2016 tentang Penetapan Hari Jum’at sebagai Hari untuk AIK, dan Nomor 828 Tahun 2021 tentang Hari Bermuhammadiyah dan Mentoring AIK bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan, maka hari jum’at menjadi hari nya AIK di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tidak ada aktivitas perkuliahan atau kegiatan-kegiatan lain pada pagi hingga dzuhur, melainkan hanya kegiatan Pengajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di seluruh unit ataupun fakultas.

Sambutan Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep.

Pengajian disambut baik oleh Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep., beliau menyampaikan pentingnya mengaji secara benar dan ini harus dilakukan oleh seluruh tenaga kependidikan yang ada di UMJ, dengan meniatkan semata-mata karena Allah SWT. bukan karena yang lainnya.

Tausiyah dari Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Chandra, SH., MH

Kemudian dalam Tausiyah Wakil Rektor IV Dr. Septa Candra, SH., MH, beliau mengingatkan sekaligus memotivasi seluruh tendik yang hadir untuk bekerja dengan meniatkan beribadah kepada Allah SWT, “Bahwa dalam bekerja kita jangan semata-mata hanya mengejar dunia, kita perlu bersyukur bekerja di Muhammadiyah, kita senantiasa dituntut untuk terbiasa mengaji setiap sepekan sekali dan dua bulan sekali (Hari Bermuhammadiyah) yang dilaksanakan oleh Fakultas secara bergantian. Mungkin ini menjadi waktu yang tepat bagi kita diakhir pekan bekerja, kita bermuhasabah bahwa sepekan ini kita melakukan kegiatan apa saja, dan mengingat kembali kepada Allah”

Selain itu Dr. Septa Candra, MH dalam Tausiyah-nya juga memotivasi hadirin bahwa “Mengaji dan Menuntut ilmu itu sudah menjadi kewajiban pribadi, yang seharusnya tidak perlu dipaksa-paksa, apalagi harus ada yang namanya reward and punishment, walaupun terkadang memang diperlukan. Mengutip lagu Ahmad Dhani dan Chrisye yang liriknya, Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadanya, ternyata memang manusia terkadang harus ada diperlihatkan reward dan punishment terlebih dahulu baru mengerjakan”. Semoga ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua, akan pentingnya untuk terus menuntut ilmu dan mengaji Al-Qur’an kepada ahlinya”. Pungkasnya dalam tausyiyah.

Pengajian dilanjutkan dengan Placement Test terhadap seluruh Tenaga Kependidikan Rektorat, untuk dilakukan pemetaan Bina Baca Qur’an yang akan dikelompokkan setiap hari jum’at.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.