Jakarta – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Penerapan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Halaqoh Tarjih bertajuk “Hukum Merokok Konvensional dan Elektrik” di kampus UMJ, pada Kamis (20/02).

Tampil sebagai salah satu narasumber dalam acara tersebut adalah Wakil Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Sopa, M.Ag. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan dali-dalil tentang hukum rokok itu haram.

Menurutnya, merokok itu termasuk perbuatan kotor yang dilarang seperti yang disampaikan dalam Q.S. Al-A’raf ayat 157. “Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khabaa’its (kotor/najis) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al A’raf ayat 157,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa merokok sama halnya menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan dan bisa dikatakan bunuh diri secara perlahan.

“Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga itu bertentangan dengan larangan Al Quran Al-Baqoroh ayat 2 dan An-Nisa ayat 29,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga menyinggung soal perilaku merokok dengan rokok elektrik (vape) yang menurut kebayakan orang tidak berbahaya.

“Pandangan yang salah jika berpendapat bahwa vape merupakan solusi dari rokok konvensional karena dinilai tidak berbahaya, kaerana bisa jadi vape menjadi pintu gerbang penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Dosen Fakultas Agama Islam, Dr. Nurhidayat, S.Ag., MM mengatakan bahwa rokok menjadi penyebab satu dari sepuluh kematian orang dewasa di seluruh dunia.

“Tahun 2006 rokok mengakibatkan 5,4 juta meninggal dan diprediksi tahun 2020 ini menjadi dua kali lipat 10,8 juta,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPP-AIK UMJ Dr. Syaiful Bahri Lc. M.A juga mengatakan hal yang senada. Ia kemudian berharap acara Halaqoh Tarjih ini dapat menambah khazanah keilmuan dilingkungan kampus UMJ.

Kegiatan Halaqah Tarjih tersebut, di hadiri oleh Dosen, Karyawan UMJ, DKM At-Taqwa, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gintung Cirendeu dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Gintung Cirendeu. (AR)