UMJNews – Sejak beberapa bulan ini UMJ menggagas penerapan AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) berada diurutan pertama dari empat catur dharma perguruan tinggi. “Cita-cita ini harus diwujudkan,” kata Rektor UMJ Dr. Syaiful Bakhri saat memberikan sambutan pada acara Up Grading Dosen AIK UMJ di ruang rektor lantai 2 pada Jumat (4/9) lalu.Acara ini menghadirkan dua pembicara ahli di bidang AIK yaitu Husni Thoyar, M.Ag dan Prof. Yunan Yusuf.
Menurut Ketua LPP AIK UMJ Dr. Farihen bahwa untuk mengimplementasikan AIK sebagai yang pertama pada catur dharma perguruan tinggi di UMJ dosen-dosen AIK selain harus memiliki keyakinan juga dilandasi ilmu dan pengetahuan yang matang di bidang AIK. “Tanpa ilmu tidak mungkin terimplementasi dengan baik,” jelasnya.
Sebagai pembicara pertama, Husni Thoyar menegaskan bahwa tanggung jawab AIK tidak saja berada di tangan dosen AIK semata tetapi semua yang ada di UMJ. “Harus ada kesamaan persepsi tentang posisi AIK. Tugas kita adalah mensenyawakan AIK di UMJ,” terangnya.
Bagi Yunan Yusuf, AIK di PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) merupakan ciri khas. “Kalau tidak ada AIK maka itu bukan PTM. Sebab AIK ini sejatinya adalah jati diri PTM,” katanya. Untuk itulah, menurutnya, AIK perlu ditanamkan pada generasi dan kader Muhammadiyah.
Baginya, AIK merupakan ikhtiar pendefinisian tentang Islam.”Kita perlu mendefinisikan Islam menurut kita. Jika tidak bersiap-siaplah menggunakan definisi orang lain,” pungkasnya. (Humas)